Implementasi Kerjasama UIN FAS Bengkulu Bersama Kementerian Hukum dan Ham Bengkulu

Bidang kerjasama dan Kelembagaan  Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno kembali mengadakan penandatanganan MoU bersama Kementerian Hukum dan Ham Bengkulu. Penandatanganan kerjasama kali ini dilaksanakan pada  kamis 2 Juni 2022 di lantai 3 ruang rapat senat UIN FAS Bengkulu.

Pelaksanaan  kerjasama ini  digelar bertujuan dalam  sosialisasi dan peresmian Sentral Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berada di LPPM UIN FAS Bengkulu. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh Rektor UIN FAS Bengkulu Prof. Dr. KH. Zulkarnain, M.Pd. dan Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu  bapak Erfan, S.H, M.H.  ,  Kepala LPPM UIN FAS Dr. Suhirman, M.Pd. pun turut hadir  beberapa staf UIN FAS Bengkulu yang terdiri dari perwakilan dekan dan para staf UIN FAS Bengkulu.

Dalam sambutannya terkait penandatangan kerjasama ini, kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu memaparkan bahwa dengan adanya kerjasama ini akan memberikan kemudahan dan pengetahuan mengenai apa saja yang menjadi bagian dari Hak Cipta dan mencatat Hak Intelektual dosen dan mahasiswa UIN FAS Bengkulu. Hal yang sama dikatakan pula oleh Rektor UIN FAS Prof. Dr. KH. Zulkarnain, M.Pd. “bahwa dengan adanya Central Hak Kekayaan Intelektual (HKI) akan membuat hasil karya dosen ataupun mahasiswa UIN FAS dapat memiliki hak kepemilikannya”.

Adapun bentuk implementasi dari penandatanganan kerjasama ini ditandai dengan pemotongan pita yang artinya peresmian Sentral Hak Kekayaan Intelektual (HKI) telah dilaksanakan tepat di gedung LPPM UIN FAS Bengkulu. Dalam peresmian tersebut, Kepala LPPM menyampaikan “Agar kedepannya tidak hanya Dosen yang mendaftarkan hasil karya penulisannya tapi juga mahasiswa yang memiliki hasil karya, baik berupa tulisan maupun seni untuk dicatatkan sebagai Hak Cipta” ujar Dr. Suhirman, M.Pd.

 

 

UIN FAS Bengkulu kembali Menandatangani Nota Kesepahaman MoU Bersama Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu

Bertempat di Pengadilan Tinggi Bengkulu, kembali  penandatanganan nota kesepahaman UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan pengadilan tinggi agama yang berada di jalan sungai Rupat, Pagar Dewa di Kota Bengkulu.

Tujuan penandatanganan ini untuk mengatur strategi dalam melaksanakan Dharma Perguruan Tinggi sekaligus melaksanakan peningkatan mutu pelayanan pengadilan tinggi agama.

Dalam melakukan nota  kesepahaman MOU ini, dihadiri langsung ketua PTA sendiri yakni Dr.Drs. H.Syahril, S.H.,M.H. dan rektor UIN FAS bapak prof. Dr. KH.Zulkarnain, M.Pd.

Implementasi dari penandatanganan MOU antara Pengadilan Tinggi Agama dan UIN FAS, langsung ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama (PKs) antara Dekan Fakultas Syariah yakni Dr. Suwarjin, MA dan Kepala Pengadilan Agama seProvinsi Bengkulu.

Turut hadir  dalam acara ini dari pihak UIN FAS yakni Wakil Dekan 2 Syariah Dr. Iim Fahima,Lc.MA dan Wakil Dekan 3 Wery Gusmansyah,MH, Koordinator Kerjasama dalam dan luar negeri Muslikhin,M.Pd dan Eri Samsidar,S.Kom selaku Subkoordinator bidang kerjasama dalam dan luar negeri.

Sementara itu, dari pihak Pengadilan Tinggi Agama di hadiri oleh wakil ketua Pengadilan Tinggi Agama dan dihadiri pula Kepala Kanwil BPN Provinsi Bengkulu.

 

Kerjasama UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dengan STIS Al-Wafa Bogor, UIN Syahid Jkt, UIN SGD Bandung

Bidang Kerjasama Pengabdian, Pengajaran dan Penelitian UIN FAS Bengkulu pada senin, 28 Maret 2022 pukul 10. 00 WIB telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman  UIN Fatmawati Sukarno Bkl dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Prof. Dr. H. Zulkarnain, M. Pd yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh Warek 3, Dr. Fatimah, M.A. bersama Prof. Dr. H. Mahmudi, M.Si dari UIN Sunan Gunung Djati.

Bersamaan dengan itu, Hadir pula rombongan  bersama Warek 3 bagian kerjasama UIN FAS, yaitu :  Andriadi, M.A, Yenni Patriani, M.A,  Citra Liza, M. Si dan Eri Samsidar, S. Kom

Dalam kata sambutannya, Warek 3 UIN FAS berharap agar nota kesepahaman dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dapat diimplementasikan oleh Fakultas, Prodi serta UPT terkait.

Beliau pun mengatakan bahwa PTKIN di seluruh Indonesia bukanlah kompetitor akan tetapi mitra dan saudara yg harus dirangkul. Apapun yang UIN FAS butuhkan utk pengembangan dan kemajuan, UIN SGD siap membantu dan saling membahu.

 

 

 

 

 

 

 

Teken MoU Dengan Pemkab Bengkulu Selatan, Bupati Dukung Peralihan Status UIN

IAIN BENGKULU – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan mengadakan penandatangan MoU berkaitan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan di Bengkulu Selatan. Penandatangan MoU di tanda tangani oleh Rektor IAIN Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin M, M.Ag., MH dan oleh Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE., MM di Balai Sekundang Bengkulu Selatan. Kamis (27/6)

“Pemkab Bengkulu Selatan sangat mendukung peralihan status IAIN Bengkulu menjadi UIN, terlebih sebagian besar mahasiswa IAIN Bengkulu merupakan berasal dari Bengkulu Selatan sehingga dengan peralihan status menjadi UIN nantinya dapat menambah kontribusi dibidang pendidikan di Bengkulu”, terang Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi saat diwawancarai tim Humas IAIN Bengkulu di Balai Sekundang Bengkulu Selatan.

Beliau juga menambahkan semoga Rektor dan juga Gubernur Bengkulu terus berjuang dan sukses dalam peralihan status menjadi UIN. Penandatangan MoU dilaksanakan berbarengan dengan Serah terima mahasiswa KKN IAIN Bengkulu tahun 2019 angkatan VII.

Penandatangan MoU yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan KKN IAIN Bengkulu berbasih masjid yang dilaksanakan di Bengkulu Selatan ini berpusat pada Masjid sebagai sentral pengembangan kehidupan keagamaan bagi masyarakat.

“KKN berbasis Masjid ini merupakan KKN dengan jumlah peserta paling banyak diikuti oleh mahasiswa, dengan jumlah peserta 1.425 mahasiswa/i yang disebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan”, jelas Dr. Mus Mulyadi, M.Pd sebagai Kepala LPPM IAIN Bengkulu selaku penyelenggara KKN IAIN Bengkulu.

Upayakan Peningkatan Kualitas Perpustakaan, 3 Pustakawan IAIN Bengkulu Ikuti Training di Perpustakaan Universiti Sains Malaysia

IAIN BENGKULU-MALAYSIA – Seiring dengan berkembangnya zaman kearah Era Digital, tuntutan akan akses pengetahuan pun termasuk perpustakaan secara perlahan namun pasti juga akan mengikuti perkembangan yang ada.

Oleh sebab itu, pada 3 hingga 9 Desember 2018, pusat perpustakaan IAIN Bengkulu melaksanakan program short staff internship dan training mengenai management dan public service di Hamzah Sendut Library, Universiti Sains Malaysia. Pada kesempatan ini, pusat perpustakaan IAIN Bengkulu mengirimkan 3 orang yaitu Ahmad Irfan (Kepala Pusat Perpustakaan),  Sutriono dan Syahril (pustakawan) untuk belajar di perpustakaan Universiti Sains Malaysia selama beberapa hari.

Berdasarkan kegiatan yang telah dijalani tersebut, Ahmad Irfan selaku kepala perpustakaan IAIN Bengkulu mengatakan bahwa paradigma yang ada masyarakat selama ini adalah perpustakaan selalu identik dengan suatu tempat sepi sunyi yang terdapat tumpukan buku, namun di program ini delegasi IAIN Bengkulu diajak mengelilingi setiap sudut perpustakaan di Universiti Sains Malaysia dan diperlihatkan model pelayanan serta desain dan konsep perpustakaan yang menyenangkan namun sesuai dengan tuntutan era digital.

 

“Semua ilmu yang kami dapatkan pastinya akan segera kami terapkan di perpustakaan IAIN Bengkulu, dan kami juga bersyukur bahwa antara perpustakaan IAIN Bengkulu dan perstakaan Universiti Sains Malaysia dapat berkolaborasi kedepannya dalam beberapa program terkait pengembangan dan peningkatan pelayanan di perpustakaan”, ujarnya.

Salah satu pegawai Perpustakaan IAIN Bengkulu lakukan Uji coba Software Perpustakaan 

 

Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr.H. Sirajuddin, M.M.Ag,MH juga menyempatkan diri untuk mengikuti program ini selama 1 hari. Beliau mengatakan program seperti ini dinilai sangat penting untuk peningkatan standar pelayanan dan pengoptimalan fungsi perpustakaan sebagai penopang utama sebuah perguruan tinggi.

“Alhamdulillah kita disambut dengan sangat baik oleh pihak pimpinan dan staf perpustakaan Hamzah Sendut Universiti Sains Malaysia dan kita banyak belajar berbagai dari dari mereka. Insya Allah kerjasama ini akan terus berlanjut kedepannya dan pastinya mewakili pihak pimpinan IAIN Bengkulu, saya mengapresiasi langkah- langkah yang telah dibuat oleh pihak perputakaan IAIN Bengkulu demi kemajuan kita bersama”, ungkap rektor.

Program short staff internship dan training mengenai management dan public service di Hamzah Sendut Library, Universiti Sains Malaysia ini terselenggara berkat komunikasi yang baik antara pengelola kerjasama luar negeri (IRO) IAIN Bengkulu dan International Mobility and Collaboration Centre (IMCC) USM sebagai fasilitator. Pada awal program, delegasi Perpustakaan IAIN Bengkulu disambut langsung oleh Naib Canselor (Rektor) dan pimpinan dari lingkungan perpustakaan Universiti Sains Malaysia. Selain program yang dilaksanakan di Universiti Sains Malaysia, para peserta training juga berkesempatan mengunjungi perpustakaan di Kolej Islam Tinggi Antar Bangsa (KITAB) Pulau Pinang, Malaysia.(Hms/Rls)

Gelar FGD, LPPM Tingkatkan Kualitas Out Come Penelitian

IAIN Bengkulu – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Bengkulu membuka kegiatan awal tahun dengan melaksanakan FGD Peningkatan Kualitas Out Come Penelitian dengan menghadirkan pemateri tunggal Prof. Irwan Abdullah. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Aula Rektorat IAIN Bengkulu. Rektor IAIN Bengkulu Prof.Dr.H.Sirajuddin, M.,M.Ag.,MH beserta Wakil Rektor dan Dosen Peneliti Tahun 2020 Serta Pengelola Jurnal di lingkungan IAIN Bengkulu hadir dalam gelaran ini. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian kampus terhadap pembangunan kualitas peneliti dalam menghadapi tuntutan luaran hasil penelitian, mengingat hasil penelitian dalam bentuk artikel jurnal terakreditasi secara nasional dan terindeks secara internasional menjadi kewajiban pasca kegiatan penelitian. Kamis (16/20)

 

Dalam kata sambutan Rektor IAIN Bengkulu menyampaikan bahwa IAIN Bengkulu terus melakukan peningkatan kualitas, pelaksanaan proses akreditasi dilaksanakan sebagai persiapan alih status menuju UIN, dan salah satu hal penting adalah peningkatan kualitas hasil penelitian, dimana diharapkan segala pihak berkolaborasi dan bekerjasama untuk hal tersebut.

Sementara dalam menyampaikan materi prof. Irwan menyampaikan, ” dalam menulis proposal harus memperhatikan hal-hal mendasar, latar belakang, rumusan masalah dan penyusunan kerangkan teori yang mendukung operasional penelitian. Dalam kerangka teori bukan hanya mengumpulkan banyak teori tanpa tindak lanjut, menyelesaikan penelitian dengan satu teori itu sudah cukup, teori-teori lain hanya menguatkan yang didukung dengan konsep-konsep.”

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dan diikuti dengan antusias oleh para peserta yang terdiri dari 62 orang dosen dan peneliti, serta pengelola jurnal. Ketua LPPM Dr. Mus Mulyadi senada menyampaikan ” peningkatan kualitas artikel merupakan hal penting dimana saat ini merupakan era global yang menuntut kesediaan penelitian berbasis data”. (rls,hms)